MAKALAH
(PRINSIP-PRINSIP PEREKAYASAAN)
STIKES CHMK.png
MATA KULIAH : BIOLOGI
KELAS /SEMESTER : FARMASI A/I
KELOMPOK : 5
ANGGOTA :                  NETRISIANA RINIATI AKAL
NURSOFIATUNISAH DIARJA
PAULA M.A PERADA ARAN
REGINADRIS A. MULIA
RISA SELI



SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
  CITRA HUSADA MANDIRI KUPANG
TAHUN AJARAN 2016/2017

KATA PENGANTAR
            Puji syukur kami naikan ke hadirat Tuhan yang Maha ESA karena atas ijin dan bimbingannyalah pembuatan makalah pengantar antropologi budaya“PRINSIP-PRINSIP PEREKAYASAAN” dapat terselesaikan dengan baik
Dalam penusunan makalah ini terdapat berbagai kendala yang dihadapi namun, dapat terselesaikan denagan baik dengan berbagai masukan serta saran yang membangun dan mendidik. Tak lupa kami ucapkan berlimpah terimakasih kepada semua pihak yang turut megambil bagian dalam penulisan makalah ini.
Kamipun menyadari bahwa makalah ini memiliki berbagai kekurangan baik dalam segi isi, penyusunan, tata bahasa ataupun penulisan. Untuk itu kami dengan senang hati menerima berbagai masukan berupa kritik maupun saran yang membangun bagi Penulisan makalah ini.
Penyusunan makalah ini kami harapkan dapat memberikan informasi dan manfaat bagi siapapun yang membacanya.



                                                                                    Kupang, 13 November  2016
                                                                                                  Penyusun











DAFTAR ISI
Cover
Kata pengantar

BAB 1 Pendahuluan

a.       Latar belakang..............................................................................................4
b.      Rumusan masalah.........................................................................................4
c.       Tujuan...........................................................................................................4
BAB 2  Isi
a.       Prinsip-prinsip perekayasaan..........................................................................5
BAB 3 Penutup
a.       Kesimpulan.....................................................................................................8
b.      Saran...............................................................................................................8
c.       Penutup...........................................................................................................8
Daftar pustaka


BAB 1
PENDAHULUAN

a.       Latar  Belakang
Rekayasa genetika adalah prosedur dasar dalam menghasilkan suatu produk bioteknologi. Secara umum, rekayasa genetika melakukan modifikasi pada mahluk hidup melalui transfer gen dari suatu organisme ke organisme lain.
Aplikasi bioteknologi ini sudah berlangsung lama baik dalam bidang pertanian untuk merekayasa genetik bibit untuk menciptakan bibit yang unggul ataupun yang seang terus di kembangkang saat ini alam dunia kesehatan.
Setiap DNA yang dibawa oleh suatu organisme dapat diambil untuk di gabungkan dengan sel atau jaringan pada organisme sehingga dapat memiliki sifat yang menguntungkan, baik dalam segi apapun.
Dalam dunia medis rekayasa genetik juga diperlukan untuk penyembuhan penyakit dengan memanfaatkan DNA dari organisme yang lain. Dengan informasi genetik yang dimiliki organsme lain dapat memberikan manfaat dan keuntungan dalam berbagai bidang.

b.      Rumusan  Masalah
Berdasarkan  latar belakang diatas rumusan masalah dalam makanan ini adalah
Bagaimanakah prinsip-prinsip dalam perekayasaan genetik?

c.       Tujuan
Untuk mengetahui prinsip prinsip dasar dalam perakayasaan.


BAB 2
   ISI

a.       Prinsip-prinsip perekayasaan
Rekayasa genetika adalah proses penggabungan informasi genetik dari dua organisme atau lebih untuk menciptakan atau menghasilkan organisme transgenik. Organisme transgenik merupakan organisme yang urutan informasi genetiknya telah diubah sehingga mmpunyai sifat menguntungkan yang dikehendaki. Ada beberapa prinsip dasar dalam rekayasa genetika antara lain Rekombinasi DNA, fusi protoplasma, dan kultur jaringan.

ü  Rekombinasi DNA (rDNA)
Proses mengidentifikasi dan mengisolasi DNA dari suatu sel hidup atau mati dan memasukkannya dalam sel hidup lainnya, itulah rekombinsi DNA. Rekayasa genetika ini merupakan suatu cara memanipulasikan gen untuk menghasilkan makhluk hidup baru dengan sifat yang diinginkan atau disebut juga pencangkokan gen. Dalam rekayasa genetika digunakan DNA untuk menggabungkan sifat makhluk hidup. Hal itu karena DNA dari setiap makhluk hidup mempunyai struktur yang sama, sehingga dapat direkombinasikan. Selanjutnya DNA tersebut akan mengatur sifat-sifat makhluk hidup secara turun-temurun.
Prinsip dasar teknologi rekayasa genetika adalah melakukan perubahan susunan asam nukleat dari DNA (gen) dan menyelipkan gen baru ke dalam struktur DNA organisme penerima. Gen yang diselipkan dan organisme penerima dapat berasal dari organisme apa saja. Pada proses rekayasa genetika organisme yang sering digunakan adalah bakteri Escherichia coli. Bakteri Escherichia coli dipilih karena paling mudah dipelajari pada taraf molekuler.
Pada proses penyisipan gen diperlukan tiga faktor utama yaitu
1)         Vektor, yaitu pembawa gen asing yang akan disisipkan, biasanya berupa plasmid atau virus. Plasmid yaitu lingkaran kecil DNA yang terdapat pada bakteri yang diambil dari bakteri dan disisipi dengan gen asing. Pemasukannya melalui pemanasan dalam larutanNaCl atau melalui elektroporasi.
2)         Bakteri atau virus berperan dalam memperbanyak plasmid atau DNA virus. Plasmid di dalam tubuh bakteri akan mengalami replikasi atau memperbanyak diri, makin banyak plasmid yang direplikasi makin banyak pula gen asing yang dicopy sehingga terjadi cloning gen.
3) Enzim, berperan untuk memotong dan menyambung plasmid. Enzim ini disebut enzim endonuklease retriksi, enzim endonuklease retriksi yaitu enzim endonuklease yang dapat memotong ADN pada posisi dengan urutan basa nitrogen tertentu.


ü  Teknologi Hibridoma
Teknologi hibridoma adalah suatu cara untuk menyatukan dua sel dari jaringan-jaringan berbeda suatu organisme yang sama atau bahkan organisme yang berbeda, sehingga diperoleh satu sel tunggal (sel hibrid). Selanjutnya, sel hibrid dapat dikembangbiakkan,sehingga diperoleh bertriliun-triliun sel, yang masing-masing mengandung satu set gen komplit dari dua sel aslinya. Sebagai contoh, salah satu dari dua sel yang asli mungkin berupa sel manusia. Sel tersebut khusus mensekresikan produk yang berguna seperti antibodi atau hormon. Hormon atau antibodi disekresikan dalam jumlah sangat sedikit, karena hasil produksi dikendalikan mekanisme pengaturan sel yang normal. Jika sel tersebut dilebur dengan sel kanker (sel yang tidak memiliki pengendalian normal terhadap pertumbuhan dan sintesis protein), maka produksi hormone atau antibodi secara dramatis meningkat.
Peristiwa peleburan dua sel seperti tersebut, menghasilkan sel hibrid dan dikenal sebagai hibridoma (hibrid = sel asli yang dicampur, oma = kanker). Tujuan teknik hibridoma adalah untuk menghasilkan antibodi dalam jumlah yang besar, sehingga dapat digunakan untuk diagnostic dan terapeutik. Selain itu, teknik ini merupakan jalan untuk menyilang atau memotong dalam spesies secara genetik pada sel eukariotik yang tidak dapat diselesaikan dengan cara peleburan gamet secara seksual. Secara umum sel-sel tidak melebur secara otomatis, sehingga ilmuwan berusaha merancang teknik laboratorium untuk menstimulir sel-sel tersebut berfusi atau bergabung.

ü  Kultur Jaringan
Teori yang melandasi teknik kultur jaringan ini adalah teori Totipotensi. Setiap sel tumbuhan memiliki kemampuan untuk tumbuh menjadi individu baru bila ditempatkan pada lingkungan yang sesuai. Individu-individu yang dihasilkan akan mempunyai sifat yang sama persis dengan induknya.
Tahap-tahap kultur jaringan dalam membentuk embrio dari sel somatik serupa pada tahap perkembangan zigot menjadi embrio. Kultur jaringan sering disebut sebagai perbanyakan secara in vitro karena jaringan ditanam (dikultur) pada suatu media buatan (bukan alami). Materi yang akan dikulturkan dalam kultur jaringan disebut eksplan. Eksplan dapat diambil dari yang dewasa ataupun pembenihan (seeding). Pada media yang sesuai, eksplan akan tumbuh menjadi kalus. Selanjutnya, kalus akan berkembang menjadi tanaman kecil yang disebut plantlet. Kultur jaringan merupakan salah satu rangkaian teknik rekayasa genetika karena dapat menumbuhkan sel-sel transgenik. Oleh karena itu, dapat pula dikatakan bahwa kultur jaringan sebagai alat (tool) dalam pelaksanaan rekayasa genetika.
































BAB 3
   PENUTUP
a.       Kesimpulan
Dari penjelasan di atas maka, kami dapat menyimpulkan bahwa “Rekayasa genetik adalah suatu bioteknologi yang sangat berguna bagi  kehidupan manusia dalam  berbagai bidang serta dapat dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip dasar yang ada”.
Rekayasa genetik adalah  proses pnggabungan informasi genetik pada makhluk hidup karena pada dasar nya makhluk hidup memeiliki susunan gen yang dapat dihubungkan,. Untuk melaksankan rekayasa genetik terdapat tiga prinsip dasar yaitu rekombinsi DNA, teknologi hibridoma dan kultur jaringan.
b.      Saran
Menyadari baha penulisan makalah ini masih jauh dari kata sempurna, kedepannya kami akan lebih berusaha untuk menjelaskan tentang makalah di atas dengan sumber-sumber yang lebih banyak sehingga dapat dipertanggung  jawabkan.
c.       Penutup
Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini , tentunya masih banyak kelemahan dan kekurangannya, karena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya referensi yang berhubungan dengan judul dari makalah ini.
Kami sangat berharap kepada pembaca agar memberikan kritik dan  saran yang membangun  bagi kami demi meningkatkan isi dari makala ini dan penulisan makalah-makalah pada kesepatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi kami terkhususnya juga bagi para pembaca.


                        DAFTAR PUSTAKA
Campbell dan Reece. (2009). Biology. San Fransisco: Benjamin Cummings
Gerald Karp (2010). Cell Biology. International Student Version : Wiley
Langkah Sembiring dan Sudjino. (2009). Biologi.Jakarta: Depdiknas

Komentar